Bahkan Kematian adalah Permulaan

keluargaKematian adalah permulaan. Pada saat seseorang meninggal pada hakikatnya ia baru saja membuat dua titik permulaan. Permualaan untuk kehidupannya di alam akhirat, dan permulaan untuk berbagai akibat yang ia tinggal di muka bumi. Orang bilang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan teladan kebaikan. Jasadnya bisa saja mati. Tapi ia tetap hidup. Ia masih bisa memberikan mafaat kepada yang hidup. Bahkan bagi para pahlwan, para ideolog, kematiannya adalah babak baru untuk menghidupkan sejarah dan membangun peradaban.

Barangkali kita bukan pahlawan, apalagi sosok ideolog. Tapi setidaknya kita bisa meninggalkan barang setapak jejak yang bermanfaat saat kita meinggal. Setidaknya kematian kita tidak menjadi babak baru yang akan menyengsarakan keluarga, anak dan istri kita. Di sinilah kita dituntut untuk sedikit menggosok keegoisan diri. Di sinilah kita dituntut untuk berpikir tentang orang lain, tentang orang-orang di sekitar kita. Di sinilah kita dituntut untuk tidak hanya memperhitungkan kejadian dan perbuatan, tapi juga dituntut untuk bisa mengantisipasi akibat dari keduanya. Cara berpikir seperti ini seharusnya menjadi perilaku dan kesadaran. Tapi kalau pun tidak bisa setidaknya kita hitung sebagai kewajiban kita sebagai kepala rumah tangga.

Demikian sekilas jawaban saya kepada seorang ayah yang pada saat saya tawari asuransi jiwa kemudian menjawab dengan semangat: “Saya tak butuh asuransi jiwa. Untuk apa dapat uang sementara saya meninggal”. Saya lantas bilang kepadanya; “Saudaraku, bukankah kau punya istri, anakmu juga masih balita, bagaimana jika (maaf) tiba-tiba kau meninggal. Mau menterlantarkannya?” Sahabatku kembali menjawab dengan tegas: “Orang sudah mati tidak punya lagi kewajiban hukum, mana ada mayat dituntut untuk menghidupi keluarga?”

“Kawanku, kau benar, tapi tidak punya perasaan, egois! Jika demikian sesungguhnya kau tidak mencintai istri dan anakmu. Yang sebenarnya adalah kau sangat mencintai dirimu. Yah, hanya dirimu. Anak dan istrimu adalah aksesoris untuk melengkapi kecintaanmu pada dirimu, untuk melengkapi kebahagiaanmu sendiri. Kau sungguh tak rela dan tak peduli istri dan anakmu bahagia jika itu tanpamu. Cintamu bersifat meminta. Padahal cinta adalah memberi. Yang kau punya sesungguhnya adalah kepanjangan dari egoismu saja. Bukan cinta.”

Kawan, ada banyak cara untuk mengekspresikan atau pun membuktikan cinta kasih dan tanggungjawab kita kepada orang-orang sekitar. Asuransi jiwa adalah salah satunya. Apalagi kita semua tak pernah tau kapan maut menjemput dan dengan sebab apa ia menghampiri kita. Tak jarang sebab dari kematian seseorang adalah sakit keras ataupun sebab lain yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Dalam kondisi seperti ini, uang pertanggungan asuransi jiwa tentunya sangat membantu untuk meringankan beban. Kawanku, jika kau akan bepergian jauh dan tak sempat mengajak keuarga terkasih, apa yang akan kau lakukan? Meninggalkan mereka begitu saja tanpa memperdulikan apapun, atau kau akan pamitan dan meninggalkan bekal secukupnya selama kau bepergian?

Ayah yang bertanggungjawab tentu akan menyiapkan bekal bagi keluarga tercinta selama kepergiannya. Ia akan memastikan bahwa selama ia tinggalkan, keluarganya tidak terlantar dan aman sedemikian rupa hingga ia kembali. Ini adalah bepergian untuk sementara waktu. Nah, bagaimana jika kita akan pergi selamanya? Betapa teganya jika kita tidak meninggalkan apa-apa. Betapa salahnya jika kita tak merencanakannya dengan baik. Kematian adalah awal dari sebuah perjalanan jauh dimana kita tak akan pernah kembali. Karenanya sudah seharusnya kita siapkan bekal dengan baik, untuk kita dan orang tercinta yang kita tinggalkan. Asuransi jiwa adalah salah satu bukti cinta dan tanggungjawab. Semoga bermanfaat.[]

Butuh bantuan untuk asuransi terbaik buat keluarga?

Silahkan hubungi saya:

Tohirin
081906091083, PIN BB: 7D14F433
Email: lagilagimasto@gmail.com

Iklan

Tentang Masto

Agen asuransi ALLIANZ
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Jiwa dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Bahkan Kematian adalah Permulaan

  1. Ping balik: Sejarah Munculnya TAPRO/Unit Link | Asuransi Jiwa dan Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s