Cara Cerdas Menabung Masa Kini

nabung 2Sejak duduk di bangku SD, kita telah diajari untuk gemar menabung. Hemat pangkal kaya. Demikian salah satu pepatah yang menjadi landasan filosofis gemar menabung ini. Dengan menabung berarti kita menyiapkan masa depan atau pun kebutuhan yang akan datang secara lebih baik. Namun menabung saja ternyata tidak cukup (bagaimana yang tidak menabung, ya). Mengapa tidak cukup? Karena kita dihadapkan pada tiga hal:

Pertama, resiko hidup. Resiko hidup terutama adalah sakit kritis dan kecelakaan fatal. Tak ada seorang pun yang kebal dari dua hal ini. Kedua hal ini membutuhkan dana yang besar, bahkan tak menutup kemungkinan membuat yang bersangkutan meninggal dunia. Jika kita mengalami kedua hal ini pastinya akan membutuhkan dana yang besar. Kalau sudah begini, apakah kita masih bisa terus menabung? Yang ada justru tabungan kita terkuras untuk biaya pengobatan. Kemudian kalau meninggal juga sama, ya. Tabungan pastinya berhenti. Belum ada sejarahnya ada mayat yang rajin menabung, baik tabungan deposito mau pun tabungan biasa.

Kedua, inflasi. Memang benar dengan menabung kita dapat mengumpulkan sejumlah uang. Tapi kita pasti tahu kan, seratus ribu sekarang nilainya tak sama dengan seratus ribu sepuluh tahun yang akan datang. Inflasi menyebabkan nilai mata uang di masa yang akan datang lebih rendah ketimbang masa kini.

Ketiga, pajak. Di samping ada resiko inflasi, resiko berikutnya adalah pajak. PP No. 31 tahun 2000 menegaskan bahwa tabungan di atas Rp 7.500.000,- kena pajak 20%. Sudah kena imbas inflasi, dipotong pajak pula. Sudah jatuh tertimpa tangga.

Lantas apa solusinya? Apa ada cara mengumpulkan uang yang dapat mengatasi ketiga masalah di atas? Apakah ada model tabungan atau apa pun namanya yang jika kita misalnya terkena resiko sakit kritis atau apes-apesnya meninggal tapi tabungan tetap jalan terus? Apakah ada model tabungan atau apa pun namanya yang dapat mengatasi inflasi dan pajak?

Ada. Nama tabungannya adalah TAPRO (Tabungan Proteksi). TAPRO adalah tabungan yang menggabungkan antara unsur proteksi/asuransi dan investasi. Pertama, unsur proteksi inilah yang akan mengamankan Anda dari resiko hidup. Dengan kata lain, jika di tengah perjalanan ternyata Anda terserang penyakit kritis yang membuat Anda kehilangan income dan tentu saja tak mampu lagi menabung, atau pahit-pahitnya Anda meninggal, maka perusahaan akan meneruskan tabungan Anda. Kedua, unsur investasi akan mengatasi masalah inflasi dan pajak. TAPRO memberikan beberapa pilihan investasi yang return-nya jauh melebihi inflasi dan pajak. Kabar baiknya, hanya dengan Rp 300.000,-/ bulan, kita sudah bisa membeli produk TAPRO ini.

Masalahnya adalah; kebanyakan masyarakat kita masih awam dengan asuransi dan investasi. Bahkan tak sedikit yang menganggap negatif kedua hal ini, tak terkecuali kalangan terdidik sekali pun. Pernah saya menawarkan produk asuransi jiwa kepada seorang kawan yang tamatan S2 (magister) malah dijawab; untuk apa kematian diasuransikan? Apa gunanya dapat uang tapi kita mati? Pernyataan ini jelas menggambarkan bahwa yang bersangkutan tidak mengetahui manfaat dan tujuan asuransi yang sesungguhnya.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), dari 240 juta jiwa penduduk Indonesia hanya sekitar 43,7 juta orang yang memiliki perlindungan asuransi jiwa. Dibandingkan negara-negara anggota ASEAN lainya, Indonesia masih jauh tertinggal. Di Amerika Serikat, Jepang dan Singapura, setiap orang setidak-tidaknya memiliki 1 polis asuransi jiwa atau lebih, sedangkan di Malaysia, 4 dari 10 orang memiliki polis asuransi. Sementara di Indonesia, kurang dari 2 per 10 orang yang memiliki polis asuransi jiwa.

Masyarakat kita belum terbiasa dengan perencanaan keuangan jangka panjang. Ironisnya, bebarapa yang mencoba untuk berinvestasi justru terjebak ke dalam “investasi bodong” yang tak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Akibatnya, mereka gigit jari dan tak bisa menuntut apa pun ketika uang mereka dibawa kabur. Mari kita tebarkan budaya berasuransi dan berinvestasi.[]

Membutuhkan bantuan lebih lanjut?
Silahkan hubungi saya;

Tohirin
Agen asuransi Allianz Syariah
081906091083, PIN BB: 7D14F433
Email: lagilagimasto@gmail.com

Iklan

Tentang Masto

Agen asuransi ALLIANZ
Pos ini dipublikasikan di Edukasi Asuransi dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Cara Cerdas Menabung Masa Kini

  1. desoel berkata:

    Saya kira, kematian diasuransikan bertujuan untuk menyiapkan bagi keluarganya. Sangat disayangkan jika seorang suami tidak menyiapkan bagi istri dan anak-anaknya, apalagi malah meninggalkan utang semisal cicilan rumah…

  2. desoel berkata:

    Maksud saya menyiapkan warisan bagi keluarganya.

    @desoel:
    Sepakat Kang Des, asuransi jiwa adalah bukti cinta dan tanggungjawab seorang suami/penanggung nafkah utama.

    Terima kasih sudah mampir

    Tohirin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s