Berdamai dengan Kematian

kuburan unikProgram On the Sport Trans TV (Rabu, 23 September 2014) menayangkan jasa make up jenazah. Yah, anda tak salah dengar. Di Jepang ada seorang pengusaha yang membuka bisnis “Jasa Make Up Jenazah”. Di Indonesia belum ada, ya? (peluang bisnis, he, he..). Kalau secara personal tentu ada ya. Tapi kalau dibisniskan saya belum denger tuh, di Indonesia. Tapi omong-omong menurut hukum Islam itu dilarang ya? Yang beragama Islam jangan coba-coba.

Yang saya ingin bicarakan di sini bukan masalah bisnisnya, tapi pesan moral dan dampak psikologis dari usaha ini. Pesan yang tersirat kalau ditulis kira-kira: “ENJOY YOUR DEATH” : Matilah dengan santai! Yah, bisnis ini menampik kesan bahwa kematian adalah sesuatu yang menyeramkan. Mati menjadi sesuatu yang asyik. Pada saat kita mati nanti akan didandanin begitu rupa. Praktis, menyenangkan. Ini juga barangkali akan melegakan sanak famili dan keluarga yang ditinggalkan. Meninggal bak naik pelaminan. Bukan sesuatu yang harus ditangisi, tapi justru dirayakan. Pesan ini barangkali terlalu saya dramatisir, tapi setidak ada benarnya, kan?

Inilah hingar-bingar dan cerminan budaya materiaisme. Memang benar, secara fisik si mayat kelihatan enjoy. Sebagai pemenuhan ekspresi materialisme itu sangat pas. Tapi bagi kaum beragama tentu itu tidaklah cukup. Bahkan sebuah kesalahan. Memang benar bahwa kematian bukanlah sesuatu yang harus ditakutkan. Karena dalam bahasa agama, mati adalah pulang (go home), bukan pergi (go away). Namun cara menghadapi dan menyiapkan kematian yang tanpa takut bukanlah seperti itu.

Dalam kacamata agama, kesiapan sesoerang ddalam menghadapi kematiannya harus difokuskan pada seberapa baik seseorang dalam menjalankan kewajibannya. Kewajiban pada sesama saya bagi menjadi dua; kewajiban pada masyarakat secara umum dan kewajiban kepada keluarga. Ada dua kewaiban: kewajiban kepada Tuhan, dan kewajiban kepada sesama. Orang yang dapat memenuhi dua hal inilah orang yang akan menghadapi kematian dengan damai. Pada orang seperti inilah slogan: ENJOY YOUR DEATH berlaku.

Pertama, kewajiban kepada Tuhan. Ini adalah kewajiban berkenaan dengan kewajiban-kewajiban untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan Tuhan semasa hidupnya. Termasuk dalam hal ini adalah kewajiban dalam menjalankan ritual penyembahan kepada-Nya.

Kedua, kewajiban kepada sesama/masyarakat secara luas. Ini meliputi hubungan sosial orang yang bersangkutan dengan sesama manusia. Sebab hal ini juga harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

Ketiga, kewajiban kepada keluarga. Saat kita mati, tentunya kita meninggalkan keluarga. Dengan kata lain, jika kematian dikatakan sebagai resiko hidup, maka kematian tidak hanya menjadi resiko bagi kita, tapi juga pada keluarga kita. Semala kita masih hidup, tentu semuanya tak menjadi masalah. Tapi pada saat kita mati, dampak dari kematian kita tentu akan melibatkan keluarga kita. Hal ini semakin penting diperhatikan bagi yang masih punya tanggungan anak dan istri. Banyak diantara istri dan anak yang terantar akibat sang suami meninggal.

Jika kita sekarang punya tanggungan semacam ini, kemudian tiba-tiba kita meninggal, apa yang bisa kita bayangkan pada anak dan istri kita? Mereka bukan hanya tertimpa kesedihan mendalam karena ditinggal orang tercinta, tapi juga dihantui oleh sulitnya kehidupan setelah kematian kita.

Lantas apakah ada cara untuk mengatasi resiko ini? Ada. Caranya adanya dengan ikut program asuransi jiwa (life insurance). Sampai si sini, barangkali anda bergumam: Ah, ujung-ujungnya promosi! Barangkali demikian yang terbatik dalam hati anda ketika tau bahwa saya adalah agen asuransi. Tapi jika kita ingin sama-sama merenung, semua itu adalah kebenaran, kejujuran, dan fakta yang sering kita lihat. Ada pun manfaat dari asuransi jiwa juga sesuatu yang real dan sejujurnya memang demikian. Inilah awal mula saya sadar dan kemudian mengambil asuransi jiwa (sebelum saya menjadi agen).

Demikian, semoga bermafaat.[]

Butuh bantuan, silahkan hubungi saya:

Tohirin
Hp: 081906091083, PIN BB: 7D14F433
Email: lagilagimasto@gmail.com

Iklan

Tentang Masto

Agen asuransi ALLIANZ
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Jiwa dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Berdamai dengan Kematian

  1. desoel berkata:

    Saya setuju, salah satu hal yang akan membuat seseorang tenang dan enjoy dalam menghadapi kematian adalah menyiapkan warisan untuk keluarga yang ditinggalkan dan program asuransi jiwa menjadi tawaran yang mudah karena bisa dicicil, sementara membeli tanah atau properti memerlukan uang besar di muka.

  2. Radi sanjaya berkata:

    pingin ikut asuransi tapi penghasilan pas-pasan gimana solusinya…?

  3. Ping balik: 5 Fungsi Asuransi Jiwa | Melayani Sepenuh Hati

  4. Ping balik: Asuransi Jiwa Terbaik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s