Asuransi itu Membeli Rasa Aman

amanAsuransi itu merugikan. Kenapa? Karena uang yang kita setorkan kalau tidak terjadi klaim akan hangus. Demikian salah satu alasan mengapa orang enggan mengambil asuransi. Alasan ini keliru setidaknya disebabkan oleh 2 hal. Pertama, tujuan asuransi yang terutama adalah rasa aman, bukan cari keuntungan. Kedua, sekarang ada produk asuransi, namanya TAPRO (Tabungan Proteksi) yang memastikan terjadinya klaim. Bahkan memberikan keuntungan. Mari saya jelaskan satu persatu sebagai berikut.


Pertama, tujuan utama asuransi adalah membeli rasa aman.

Tujuan utama asuransi adalah proteksi dari ancaman ketakutan dan kekhawatiran dari resiko besar yang kita tak tau dengan pasti kapan datangnya. Apa resiko besar itu? Penyakit kritis, cacat total, dan kematian. Apakah kita tahu kapan ketiga hal itu akan datang menghampiri kita? Bukankah ketiganya akan membawa resiko yang besar terhadap kehidupan kita? Pertanyaannya, sudahkah kita siap jika salah satu dari ketiga hal itu sewaktu-waktu menghampiri kita? Tidak, kan?

Nah, untuk itulah kita membeli asuransi. Dengan mendaftar asuransi, seketika rasa ketakutan dan kekhawatiran itu teratasi. Sebab sejak saat itu kita telah meyiapkan dana yang mencukupi jika sewaktu-waktu ketiganya menghampiri kita. Sebagai contoh, jika kita mendaftar asuransi dengan uang pertangggungan 1 miliar, dengan premi per bulan 1 juta misalnya, maka setelah polis terbit/disetujui uang itu sudah siap jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu. Dengan cara begini tentu kita merasa lebih aman dan nyaman, kan?
Lalu bagaimana jika misalnya kita telah setor selama 10 tahun tapi ternyata ketiga hal itu tidak terjadi? Rugi? Tentu saja tidak lah. Bukankah kita telah mendapatkan rasa aman yang tentunya sangat berharga itu. Bersyukurlah, berarti Tuhan menganugerahi kita kesehatan, keselamatan, dan panjang umur.

Sampai di sini sebenarnya saya tidak perlu menjelaskan lebih lanjut lagi. Karena kesangsian bahwa asuransi rugi kalau tidak terjadi klaim sudah terjawab. Tapi jawaban semacam ini bagi sebagian orang terlalu filosofis, bahkan yang namanya rasa aman kebanyakan mengaggap tak perlu dibeli-beli semacam itu. Karena pada umumnya manusia lebih sering mengabaikan, bahkan melupakan ketiga resiko di atas. Umumnya masih banyak yang yakin kalau sepanjang hidupnya akan terus-menerus sehat, bahkan merasa akan selalu panjang umur, barangkali malah lupa mati.

Nah, dalam konteks inilah kemudian kebanyakan mengharapkan imbalan yang lebih dari asuransi yang ia ikuti. Lebih jelasnya malah ingin mendapat keuntungan financial. Karena itulah perlu saya lanjutkan dengan penjelasan berikutnya.

Kedua, asuransi TAPRO pasti terjadi klaim, bahkan besar kemungkinan untung-beliung.

Yah, anda tidak salah dengar. Pada asuransi TAPRO, masa pertanggungan berlangsung hingga usia 100 tahun. Pertanyaan saya, apakah kira-kira sepanjang usia itu anda tidak mengalami sakit? Bukankah kita melihat fakta bahwa rata-rata orang di atas usia 55 tahunan sudah mulai terserang penyakit, bahkan penyakit kritis. Oke, mungkin ada saja yang merasa akan sehat terus-menerus. Tapi apakah dalam rentang usia itu kira-kira anda tidak meninggal? Rata-rata manusia Indonesia meninggal di bawah usia 100 tahun. Jadi dengan demikian pasti terjadi klaim, minimal klaim pada saat meninggal (warisan).
Sampai di sini masih saja ada yang merasa belum puas. Kenapa? Karena lagi-lagi lebih banyak yang tak peduli dengan masalah warisan. Sudah meninggal ya sudah. Yang masih hidup tanggung sendiri. Sudah mati kenapa harus mikirin yang masih hidup. Demikian beberapa alasan yang terpikirkan. Intinya, orang tipe ini mengharapkan manfaat yang dia sendiri ikut merasakannya pada saat masih hidup, plus pada saat meninggal ada warisan juga lebih bagus.

Nah, untuk orang semacam inilah TAPRO dirancang. Asuransi TAPRO menggabungkan antara proteksi dan investasi. Uang yang disetor nasabah akan diinvestasikan oleh perusahaan. Bahkan nasabah juga bisa menambahkan sendiri setoran khusus untuk investasi jika dikehendaki. Nah, dengan cara seperti ini dalam jangka panjang akan terhimpun dana yang cukup besar yang melebihi biaya asuransi (proteksi). Kelebihan inilah yang bisa dicairkan nasabah.

Lalu kapan bisa dicairkan? Na, na, na… kalau sudah bicara cair-mencairkan maunya terburu-buru kan? Daftar saja belum, sudah mau mencairkan (he, he..). Begini, namanya juga investasi. Investasi itu tentunya jangka panjang. Semakin lama kita menanam uang, pengembalian (return) yang kita dapat tentunya makin besar. Umumnya nilai tunai investasi ini (sesuai dengan perkembangan pasar) dapat diambil setelah tahun kelima. Imbalan yang cukup besar umumnya malah setelah tahun kesepuluh. Bisa untuk tabungan jangka panjang atau untuk dana pensiun, ya.

Demikian, semoga bermanfaat.[]

Butuh bantuan? Silahkan hubungi saya:

Tohirin
081906091083, PIN BB: 53E91F32
Email: lagilagimasto@gmail.com

Iklan

Tentang Masto

Agen asuransi ALLIANZ
Pos ini dipublikasikan di Edukasi Asuransi dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Asuransi itu Membeli Rasa Aman

  1. Ping balik: Perbedaan antara Nabung dan Asuransi | Melayani Sepenuh Hati

  2. Ping balik: Asuransi Jiwa Bukan Hanya untuk Santunan Kematian | ASURANSI JIWA DAN KESEHATAN SYARIAH

  3. Ping balik: Tips Memilih Asuransi Kesehatan sesuai Kebutuhan dan Kemampuan Keuangan | ASURANSI JIWA DAN KESEHATAN

  4. Ping balik: Menghitung Keuntungan dan Kerugian Berasuransi | ASURANSI JIWA DAN KESEHATAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s