Asuransi Jiwa untuk Siapa?

asuransi-jiwaKetika saya posting sebuah tulisan tentang asuransi yang berjudul, “Asuransi Jiwa adalah Program Warisan Plus” di facebook, sontak seorang teman saya berkomentar,”Mas, saya tidak suka asuransi”. Teman saya ini perempuan dan statusnya sudah menikah. Lho, emang apa urusannya jenis kelamin sama status ini? Jenis kelamin dan status ini mengindikasikan bahwa teman saya memang belum paham dengan tujuan asuransi jiwa. Ironisnya, dia tentu saja juga tidak membaca tulisan saya di wall facbook itu. Padahal tulisan saya itu adalah salah satu jawaban kunci atas ketidaksukaannya atau pun ketidaktahuannya atas asuransi jiwa. Emang siapa sih yang mau baca tulisan sepanjang itu di dinding facbook (he, he…). Mengenai jenis kelamin dan status pernikahan ini marilah saya jelaskan.

Adalah hal yang aneh jika seorang istri tidak suka dengan asuransi jiwa. Kenapa? Karena asuransi jiwa adalah proteksi untuk dirinya dan tentu saja anaknya jika sewaktu-waktu suami yang dalam hal ini berperan sebagai penanggung nafkah utama ini tiba-tiba misalnya dipanggil Tuhan (meninggal dunia). Seharusnya seorang istri (termasuk teman saya ini kan?) sangat mendukung dengan asuransi jiwa. Tentu saja bukan karena mengharapkan agar suaminya cepat meninggal. Tapi setidaknya dia bisa tetap tegak menyambung perjuangan hidup, membesarkan anak-anak karena sang suami telah “memproteksi diri” dengan asuransi jiwa. Lebih jelasnya tentang manfaat asuransi jiwa ini, KLIK DI SINI.

Nah, untuk lebih jelasnya, saya akan jelaskan siapa-siapa orang yang diprioritaskan untuk mengambil program asuransi jiwa dan alasan apa saja sehingga orang memilih asuransi jiwa.

Pertama, kepala keluarga atau penanggung nafkah utama.

Kita tau orang ini adalah tumpuan keluarga. Anak, istri, bahkan mungkin orang tua semuanya mengandalkannya. Kebahagiaan, bahkan keberlangsungan hidup keluarga tergantung padanya. Bisa dibayangkan apa jadinya jika orang ini tiba-tiba dipanggil Tuhan.
Karena itulah hal yang mengkhawatirkan ini harus diatasi. Kematian tentunya tak bisa ditolak. Tapi setidaknya tidak membawa dampak yang lebih buruk kepada orang sekitar. Bisa dibayangkan betapa sedihnya jika seorang yang tadinya mencurahkan kasih sayang dan menjadi pelindung keluarga kemudian justru menjadi beban bagi keluarga. Betapa sulitnya menerima kenyataan bahwa orang-orang yang seharusnya kita lindungi, orang yang untuk melindungi dirinya saja tidak mampu kemudian malah harus melindungi kita?
Di sinilah pentingnya asuransi jiwa. Asuransi jiwa, sebagiamana yang sudah sering sekali saya sampaikan dalam tulisan-tulisan saya sebelumnya, adalah bentuk tanggungjawab dan cinta tulus dari seorang suami/penanggung nafkah utama kepada orang-orang di sekitarnya yang diamanahkan Allah kepadanya untuk menjaga mereka. Dengan asuransi jiwa, ia dapat melaksanakan tanggungjawab dan amanah ini, bahkan setelah ia meninggal dunia sekalipun. Betapa hebatnya asuransi jiwa.

Kedua, orang yang mempunyai banyak hutang.

Selama masih hidup, tentunya ia bisa menyanggupi untuk membayar hutang itu sekalipun bertempo. Tapi siapa yang tau umur seseorang? Bagiamana jika di tengah perjalanan kita dipanggil Tuhan. Betapa bersalahnya jika kepergian kita mewariskan hutang kepada anak istri kita. Nah, dalam konteks ini, asuransi jiwa bisa menjadi jaminan akan kekhawatiran itu.

Ketiga, orang yang ingin mengambil paket asuransi penyakit kritis.

Penyakit kritis membutuhkan biaya yang sangat mahal. Tak jarang orang yang kaya sekalipun bisa bangkrut sekejap karenanya. Karena itulah kita harus mempunyai persiapan dana yang memadai untuk jaga-jaga jika sewaktu-waktu penyakit kritis menghampiri kita. Kita tau, untuk asuransi jenis ini, Allianz yang terbaik. Allianz memberikan proteksi uang pertanggungan untuk 100 jenis penyakit kritis.

Kenapa harus memakai asuransi jiwa? Bukannya lebih praktis ambil program asuransi kesehatan? Kalau mau ambil asuransi kesehatan tak ada salahnya juga. Ini hanya soal pilihan. Namun keduanya ada perbedaannya. Jika kita ambil proteksi penyakit kritis pakai program asuransi kesehatan, maka nantinya pada saat klaim kita akan mendapat pertanggungan biaya. Sedangkan kalau memakai paket dalam asuransi jiwa, jika sewaktu-waktu kita terserang penyakit kritis, pada saat klaim yang kita dapat adalah uang tunai (uang pertanggungan) sesuai yang tertulis dalam kontrak.

Kemudian untuk program asuransi kesehatan umunya kontrak tahunan dan berlaku hangus. Artinya jika dalam waktu setahun tidak terjadi klaim, maka otomatis uang yang kita setor hangus. Lagipula untuk memperpanjang lagi misalnya setahun berikutnya belum tentu diterima. Jika pada tahun itu misalnya sudah terserang penyakit, atau terindikasi penyakit bisa jadi akan ditolak saat akan mengajukan perpanjangan asuransi kesehatannya. Padahal boleh jadi pada tahun berikutnya itulah kita benar-benar akan membutuhkan asuransi kesehatan. Sedangkan jika kita ambil paket dengan asuransi jiwa, maka pertanggungan proteksi penyakit kritisnya secara otomatis akan flat sampai umur 100 tahun, mengikuti masa pertanggungan asuransi jiwanya.

Keempat, orang yang ingin ambil paket asuransi rawat inap.

Di sini berlaku pertanyaan seperti di atas. Mengapa tidak mengambil asuransi kesehatan saja? Nah, di sini juga berlaku jawaban yang sama. Kalau mau ambil asuransi kesehatan bisa juga. Sekali lagi perbedaannya juga sama seperti halnya pada penyakit kritis. Jika ambil rawat inap dengan program asuransi kesehatan berlaku kontrak tahunan dengan konsekuensi sebagaimana dijelaskan di atas. Dengan ambil rawat inap paket dengan asuransi kesehatan maka pertanggungan flat sampai usia 70 tahun.

Pada dasanya asuransi jiwa terutama produk TAPRO (Tabungan Proteksi) dapat dilihat dari berbagai sisi sesuai dengan kondisi dan tujuan orang yang bersangkutan. Demikian, semoga bermanfaat.[]

Konsultasikan terlebih dahulu sebelum ambil asuransi jiwa.
Segera hubungi:

Tohirin
081906091083, PIN BB: 53E91F32
Email: lagilagimasto@gmail.com

Iklan

Tentang Masto

Agen asuransi ALLIANZ
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Jiwa dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Asuransi Jiwa untuk Siapa?

  1. Ping balik: 5 Fungsi Asuransi Jiwa | Melayani Sepenuh Hati

  2. Ping balik: Asuransi Jiwa Terbaik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s