Cuti Premi dan Konsekuensinya

premiSalah satu kelebihan asuransi TAPRO adalah pada flesibilitas polisnya di mana nasabah bisa melakukan cuti premi alias tidak bayar premi untuk waktu tertentu dan pertanggungan tetap berjalan hingga usia 100 tahun. Bahkan nasabah bisa dari awal mentargetkan masa cuti. Dengan kata lain, nasabah bisa dari awal kontrak meminta masa bayar 10 tahun saja misalnya, adapun proteksi asuransi terus berjalan hingga 100 tahun. Menarik dan super murah bukan? Atau boleh juga pada awal daftar dia tidak mengasumsikan masa cuti, tapi kemudian di tengah jalan dia mau ambil cuti juga diperbolehkan. Namun demikian, antara keduanya ada perbedaan dan kensekuensi yang harus dipahami oleh nasabah. Penjelasannya sebagai berikut:

Pertama, kenapa bisa cuti premi padahal biaya dan pertanggungan asuransi tetap berjalan hingga 100 tahun?

TAPRO adalah asuransi yang digabungkan dengan investasi. Oleh karena itu pada saat nasabah cuti, biaya asuransi sebenarnya tetap dibayarkan. Dari mana uangnya? Dari investasi yang telah terkumpul.

Kedua, Kenapa harus 10 tahun?

Masa sepuluh tahun dirasa aman untuk sebuah investasi. Menurut pakar investasi, dalam sepuluh tahun umumnya terjadi masa krisisi sekitar 2 tahun. Nah, dengan kondisi ini, investasi masih memberikan imbalan yang cukup. Apalagi jika misalnya tidak terjadi masa krisis kan? Artinya dalam jangka sepuluh tahun itu return investasi diperhitungkan cukup untuk mengcover biaya asuransi hingga 100 tahun.

Ketiga, bicara pahit, bagaimana jika dalam 10 tahun terus-menerus terjadi krisis sehingga dana tidak mencukupi?

Jika ini terjadi, maka pada tahun tertentu dimana dana investasi sudah habis, nasabah bisa melakukan penambahan dana (top up) untuk melanjutkan asuransinya. Ini bicara pahit ya? Umumnya hal semacam ini tidak terjadi.

Keempat, sebaiknya cuti dari awal atau di tengah perjalanan?

Sebelumnya saya ingin mengulang sedikit: yang dimaksud cuti dari awal adalah mengambil masa bayar yang terbatas (10 tahun) sejak daftar polis. Adapun cuti di tengah perjalanan adalah cuti bayar setelah polis berjalan (umumnya setelah 10 tahun).
Kebanyakan calon nasabah lebih tergiur untuk cuti dari awal. Siapa sih yang tidak mau, hanya bayar 10 tahun tapi mendapat perlindungan asuransi hingga usia 100 tahun. Bahkan jika pasar bagus, masih ditambah lagi dengan return investasi.

Hal ini memang tidaklah salah. Tapi penting untuk dipahami bahwa antara keduanya ada perbedaannya. Perbedaan utama terletak pada besaran uang pertanggungan (UP) yang diterima. Jika Anda cuti dari awal, maka konsekuensinya UP yang diterima tidak terlalu besar. Mengapa? Karena penghitungan ilustrasi asuransi itu flat, dengan asumsi ketercukupan dana hingga usia 100 tahun. Padahal uang yang diperhitungkan hanyalah pembayaran premi dan perkembangan investasi dari pembayaran 10 tahun itu.

Karena itulah, menurut hemat saya sebaiknya jangan ambil cuti premi dari awal. Apalagi jika premi yang dibayar kecil. Dengan demikian kita bisa mendapatkan UP maksimal, meskipun dengan premi yang minimal. Toh, nanti dalam perjalanannya kita dapat memantau perkembangan investasi kita. Jika memang banyak, pada saat itu kita bisa ambil cuti premi.

Berikut ini saya buatkan contoh ilustrasi perbandingan untuk seorang nasabah dengan usia 25 tahun, dengan premi sebesar Rp 300.000 per bulan. Ilustrasi pertama untuk cuti dari awal (masa bayar 10 tahun), sebagai berikut:

Ilustrasi Cuti 10 tahunIlustrasi kedua tanpa cuti alias cutinya nanti sewaktu-waktu jika hasil investasi besar, sebagai berikut:

Ilustrasi Tanpa CutiCatatan: untuk ilustrasi kedua ini, jika nantinya dalam perjalanannya, benar-benar ambil cuti, maka perhitungan nilai investasinya tentunya akan berkurang, tidak persis seperti yang ada dalam ilustrasi ini.

Demikian, semoga bermanfaat.[]

Membutuhkan asuransi? Hubungi:

Tohirin
081906091083, PIN BB: 53E91F32
Email: lagilagimasto@gmail.com

Iklan

Tentang Masto

Agen asuransi ALLIANZ
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Jiwa, Edukasi Asuransi dan tag , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Cuti Premi dan Konsekuensinya

  1. Ping balik: Cara Agar Unit Link Menguntungkan | Asuransi Jiwa dan Kesehatan

  2. Ping balik: Tanya-Jawab Asuransi | ASURANSI JIWA DAN KESEHATAN SYARIAH

  3. Ping balik: 6 Hal yang Sering Disalahpahami Saat Beli Asuransi | ASURANSI JIWA DAN KESEHATAN SYARIAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s