Kelebihan Bisnis Asuransi Dibandingkan MLM

bisnis asuransiTerlebih dahulu saya garis bawahi bahwa tulisan ini saya tujukan untuk Anda yang telah memahami apa itu MLM dan asuransi. Maksud saya bukan berarti paham secara mendetail seluk-beluk kedua jenis bisnis ini, tapi setidaknya sudah memahami bahwa keduanya adalah sebuah sistem yang paling tepat dan cepat untuk mempercepat ketercukupan dan kemapanan ekonomi kita atau lebih tegasnya: jalan yang paling mudah untuk membuat kita menjadi orang kaya.

Bagi yang belum paham tentang ini, silahkan baca tulisan saya: Bisnis Jaringan: Cara Cepat Menjadi Orang Kaya.

Melihat bahwa kedua bisnis ini adalah bisnis jaringan, maka sebenarnya secara sederhana keduanya dapat disebut sebagai Multi Level Marketing (MLM). Dalam sistem ini ada upline dan downline dimana antara keduanya terjadi hubungan saling menguntungkan (simbiosis mutualisme). Namun untuk memudahkan dalam membedakannya, di sini saya pakai istilah MLM untuk produk non asuransi, sedangkan untuk produk asuransi kita sebut dengan asuransi saja. Masyarakat kita umumnya juga memahaminya demikian.
Memilih salah satu dari bisnis ini adalah keputusan yang sangat tepat bagi Anda yang ingin sukses lebih cepat, lebih muda, dan pensiun lebih dini dengan kecukupan bahkan kelimpahan financial.

Kita tahu bahwa persamaan mendasar antara keduanya adalah sama-sama bisnis jaringan yang dapat mendatangkan pasif income bagi kita. Potensi inilah yang bisa membuat pelaku bisnis ini kaya lebih cepat dengan modal yang relatif kecil dan bisa pensiun lebih dini sedangkan pendapatan masih terus mengalir (pasif income). Nah, persamaan yang lain adalah keduanya masih sering dipandang sebelah mata bahkan disalahpahami oleh masyarakat.

Baiklah, mari kita lanjutkan. Benar bahwa keduanya mempunya kesamaan mendasar. Namun demikian, ada beberapa perbedaan mendasar antara keduanya. Beberapa perbedaan tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, perusahaan asuransi lebih stabil dan makin berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Misalnya perusahaan asuransi Allianz yang saya ikuti. Saat ini sudah berusia 100 tahun dan masih berdiri tegak dengan keuangan yang makin mapan.
Ini berbeda dengan perusahaan MLM yang cenderung musiman. Perusahaan MLM bisa dibilang patah tumbuh hilang berganti. Saat ini misalnya ramainya MLM tertentu. Tapi kemudian seiring dengan berjalannya waktu, perusahaan tersebut redup, bahkan menghilang. Saya sendiri pernah ikut salah satu MLM yang dulu sangat terkenal dan setelah berjalan sekitar 12 tahun kemudian perusahaan tersebut gulung tikar.

Kedua, sekali menjual produk asuransi berarti mendapat pelanggan. Sekali kita mendapatkan nasabah berarti kita mendapat pelanggan. Kenapa? Karena nasabah ini begitu daftar tentunya setiap bulannya akan setor terus. Jika misalnya kita dapat menjual asuransi dengan premi Rp 500.000,- per bulan, maka setiap bulannya ia akan kembali membayar dengan jumlah yang sama.

Ini berbeda dengan MLM. Misalnya bulan ini kita dapat menjual produk seharga Rp 500.000,- pada seorang konsumen, apakah ada jaminan bahwa bulan depan dan seterusnya dia juga akan membelinya lagi minimal dengan harga yang sama? Padahal kita tau bahwa untuk mempertahankan omzet kita harus mempunyai pelanggan. Kalau di MLM kita diberlakukan tutup poin. Itulah omzet minimum distributor yang harus dicapai pada bulan itu.

Ketiga, jual asuransi tidak perlu kulakan dan stok barang. Yah, begitu kita sudah daftar menjadi agen asuransi dan tentunya sudah lulus ujian lisensi, maka kita sudah bisa berjualan. Kita tidak harus kulakan barang yang tentunya butuh modal banyak dan butuh tempat untuk menyimpan atau pun membawa barang tersebut. Kalau pun misal saja tidak laku, ya sudah, memang apanya yang rugi. Wong kita juga tidak kulakan barang kok.
Ini berbeda dengan MLM yang ada kewajiban belanja. Untuk mendapatkan poin, setiap bulannya kita harus belanja. Sebagiannya tentu bisa dikonsumsi sendiri. Tapi yang lebih banyak tentunya harus kita jual kan? Pertanyaannya adalah, bagaiamana seandainya barang tersebut tidak laku? Numpuk, dong? Rugi modal, dong?

Terakhir saya ingin mengatakan bahwa semua ini bukan saya maksudkan untuk memojokkan MLM. Bisnis, bagaimana pun bagusnya, terus terang saja semuanya kembali pada orang yang menjalankannya. Di mana-mana, yang jadi adalah mereka yang serius. Kita juga telah melihat banyak dintara mereka yang menjalankan bisnis MLM dan sukses. Bagiamana pun MLM juga mempunya kelebihan tersendiri. Silahkan baca DI SINI.

Minat bisnis asuransi?
Silahkan hubungi saya:

Tohirin
081906091083, PIN BB: 53E91F32

Iklan

Tentang Masto

Agen asuransi ALLIANZ
Pos ini dipublikasikan di Bisnis Asuransi dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kelebihan Bisnis Asuransi Dibandingkan MLM

  1. Ping balik: Bisnis Jaringan: Cara Cepat Menjadi Orang Kaya | Asuransi Jiwa dan Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s