Benarkan Asuransi Itu Menjual Janji?

akad asuransiAsuransi kan menjual janji, apakah itu halal? Begitu salah satu pertanyaan yang dilontarkan kepada saya. Asuransi adalah menjual janji. Benarkah demikian? Sebenarnya benar. Asuransi itu memang menjual janji jika yang dimaksud adalah kontrak perjanjian. Tapi saya paham bahwa arah pertanyaan ini seolah-olah bukan itu. Menjual janji di situ seolah-olah identik dengan obral janji, janji palsu, dan sebagaimana lazimnya sindiran masyarakat kepada para politisi yang suka obral janji busuk. Jika yang dimaksud yang terakhir ini tentu saja jawabnya adalah: TIDAK! Apalagi jika yang dimaksud adalah asuransi syariah. Maka saya akan menjawabnya dengan sangat tegas: TIDAK! TIDAK! TIDAK! Asuransi syariah bukanlah seperti itu.

Lantas apa yang dijual dan apa yang dibeli? Dalam asuransi syariah tidak mengenal jual beli, termasuk jual beli janji ini. Ini penting untuk dipahami dari awal. Sebab dalam Islam kita tau bahwa niat (motif) perbuatan akan menentukan nilai, bahkan hukum perbuatan itu sendiri. Dalam asuransi syariah, akad utamanya adalah ta’awwun (tolong-menolong). Karena itulah jika kita lihat misalnya dalam Surat Permohonan Asuransi Jiwa (SPAJ), uang yang kita berikan disebut dengan kontribusi (iuran keikutsertaan) bukan uang pembayaran. Sedangkan uang pertanggungannya disebut dengan mashlahat ta’awun (imbal kebaikan dalam tolong-menolong). Karena itulah di sini tidak berlaku logika untung-rugi. Lebih jelasnya, berikut ini akad dalam asuransi syariah:

Saya yang bertanda tangan di bawah ini, sebagai calon anggota kumpulan peserta (pemegang polis/peserta) PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Cabang Syariah, dengan ini:

  1. Saya menyatakan diri sebagai anggota kumpulan peserta asuransi syariah Allianz bersama dengan para peserta lainnya untuk saling tolong-menolong (ta’awun) terhadap musibah yang mungkin dialami oleh salah seorang di antara peserta dan untuk itu saya bersedia membayar sejumlah dana tabarru sebagai dana ta’awun peserta.
  2. Saya menyatakan dan menyetujui, berdasarkan akad Wakalah Bil Ujrah, memberikan kuasa kepada PT Allianz Life Indonesia, Cabang Syariah, selaku wakil untuk mengelola dana, risiko, dan melakukan transaksi atas nama saya. Saya setuju membayarkan ujrah akuisisi dan pemeliharaan, ujrah pengelolaan risiko, ujrah administrasi, dan ujrah lainnya sehubungan dengan transaksi Polis sesuai dengan ketentuan berlaku.
  3. Untuk ujrah pengelolaan risiko di atas, saya menyetujui untuk memberikan fee sebesar 25% yang dipotong dari ujrah asuransi sebagai hak PT Allianz Life Indonesia, Cabang Syariah.
  4. Saya mewakilkan kepada PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Cabang Syariah, juga sebagai Manajer Investasi untuk melakukan transaksi investasi sesuai dengan jenis investasi yang saya pilih. Saya setuju membayar ujrah pengelolaan investasi sesuai ketentuan berlaku.
  5. Apabila saya menjadi peserta kumpulan asuransi Allisya Protection dan Allisya Protection Plus, maka saya akan dibebaskan dari ujrah administrasi pada tahun pertama Polis dan berkewajiban membayar ujrah asuransi mulai bulan ke-13 sejak Polis diterbitkan.
  6. Saya mengikhlaskan dan menyetujui pembagian surplus underwriting sebesar 100% ke dalam rekening dana Tabarru dan 0% kepada PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Cabang Syariah. Apabila terjadi defisit underwriting maka kekurangannya menjadi tanggung jawab para peserta sedangkan PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Cabang Syariah, dapat meminjamkan sementara berdasarkan prinsip al-qardh (tanpa tambahan/bunga) untuk membayar maslahat (manfaat) atas musibah yang terjadi di antara peserta, yang akan dikembalikan dari surplus underwriting yang akan datang. [Dikutip dari Surat Permohonan Asuransi Jiwa Syariah]

Lantas apa yang didapat oleh peserta? Bagaimana pun umumnya mereka mengharapkan suatu imbalan dari kontriobusi yang ia berikan. Sudah dibilang namanya juga tolong-menolong. Prinsip dasarnya tentu keikhlasan alias tidak mengharap kompensasi pragmatis. Tapi saya tau, jawaban ini tentu tidak melegakan, ya? Ok, secara spiritul sebenarnya dengan mudah kita dapat menjawabnya bahwa imbalannya adalah fahala atau lebih tegasnya surga.

Tapi sekali lagi ini pun belum memuaskan, kan? Baiklah, saya akan katakan bahwa ada sesuatu yang konkrit diterima oleh para peserta meskipun misalnya tidak terjadi klaim. Yang konkrit diterima adalah rasa aman. Begitu kita terdaftar sebagai anggota asuransi maka kita telah mendapatkan rasa aman ini. Ini seperti kita membayar satpam untuk jaga rumah kita. Seandainya tidak ada maling yang menyambangi atau menggasak harta kita apakah kita rugi? Tidak kan? Karena dengan membayar satpam itu kita telah mendapatkan rasa aman.

Sekali lagi saya mau kembali pada prinsip utama asuransi syariah. Di sana yang berlaku bukanlah logika jual beli dan untung rugi. Tapi jika dipaksakan untuk dibawa ke logika itu, maka jawaban saya adalah: asuransi itu membeli rasa aman.

Demikian, semoga bermanfaat. Selamat berasuransi.[]
Jika butuh bantuan jangan sungkan hubungi saya:

Tohirin
081906091083, PIN BB: 53E91F32

Iklan

Tentang Masto

Agen asuransi ALLIANZ
Pos ini dipublikasikan di Edukasi Asuransi dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Benarkan Asuransi Itu Menjual Janji?

  1. Ping balik: Hukum Asuransi dan Menjadi Agen Asuransi | Asuransi Jiwa dan Kesehatan

  2. nana berkata:

    assalamualaikum wr.wb…salam kenal sebelumnyasaya mau bertanya kepda antum, sebagai agen asuransi allianz life indonesia, sebagai pekerja yang bekerja dibidang asuransi katakanlah diidang asuransi syariahnya, apakah bisa menjamin uang atau penghasilan yang diterima murni dari asuransi syariah ny? ataukah gaji untuk karyawan disana dibedakan antara yang syariah dan konvensional kemungkinan besarnya masih bercampur dengan yang konvensional ya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s