Bisnis Jaringan: Cara Cepat Menjadi Orang Kaya

networkingSeiring dengan semakin berkembangnya teknologi, perkembangan dunia perusahaan juga mengalami pergeseran. Demikian juga sektor marketingnya. Dulu, untuk menjadi pengusaha lebih banyak mendandalkan dan bertumpu pada besaran modal. Namun kini telah berubah sedemikian rupa. Sekarang modal besar saja tidaklah cukup atau bahkan bukan yang utama. Sekarang ini yang terpenting adalah jaringan (networking). Dulu, keuntungan lebih bertumpu pada faktor tambah. Sedangkan sekarang lebih bertumpu pada faktor kali.

Karena perubahan inilah kemudian muncul apa yang disebut dengan sistem frenchise di mana-mana. Dengan sistem ini sebuah perusahaan/bisnis dapat berkembang dengan sangat cepat dan merambah ke berbagai wilayah, bahkan lintas negara. Untuk sistem pemasaran frenchise ini yang diberlakukan adalah paket usahanya dengan sistem penjualan tak langsung. Maksud saya, orang yang beli frenchise ini kemudian buka usaha dan menunggu pelanggan.

Nah, sekarang ini juga muncul frenchise personal. Dalam sistem yang kedua ini, jaringan bisnis adalah orang per orang yang masing-masing akan melakukan pejualan langsung door to door dan face to face kepada konsumen. Kalau yang pertama antar paket usaha, yang kedua ini antar orang. Kalau yang pertama masih relatif berbasis modal, yang kedua ini benar-benar mengandalkan jaringan. Dengan kata lain, dalam sistem yang kedua ini modal bisa ditekan sekecil-kecilnya. Sistem yang kedua inilah yang disebut dengan Multi Level Marketing (MLM).

Begitu saya menyebut MLM langsung alergi, ya? Yah, saya mengerti, banyak diantara masyarakat kita yang masih salah paham dengan MLM. Keadaan ini diperparah oleh munculnya oknum MLM palsu (money game). Faktanya, orang boleh benci dan alergi. Tapi bisnis dengan cara ini terus bermunculan dengan berbagai produk dan variasi sistem yang beragam. MLM yang murni adalah sistem yang luar biasa hebat. Sistem ini memungkinkan setiap orang, tak peduli tamatan apa pun dan punya modal berapa pun untuk memasuki dunia usaha. Secara lebih rinci, beberapa keistimewaan sistem ini adalah sebagai berikut:

Pertama, membuka peluang yang sama kepada setiap orang. Sekali lagi, semua orang bisa bergabung dalam sistem ini, tak peduli tamatan apa pun dan punya modal berapa pun (modal yang sangat murah). Berbeda dengan bisnis tradisional yang mengandalkan kepemilikan modal untuk memasukinya. Yang tidak punya modal tentunya tidak bisa masuk ke dalam bisnis ini.

Kedua, setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk promosi jabatan. Di sistem jaringan kita tahu di sana ada jenjang karir yang dapat dicapai oleh siapa pun. Manajer atau apa pun sebutannya (yang jelas posisi puncak dengan gaji yang besar) bisa sangat banyak, bahkan harus sebanyak-banyaknya, tergantung bagaimana seseorang dapat membangun dan membina jaringan. Hebatnya, promosi jabatan ini benar-benar murni karena usaha keras orang yang bersangkutan tak peduli berapa lama dia bergabung, tamatan apa pun, dan modal berapa pun.

Ini sangat berbeda dengan perusahaan tradisional. Di perusahaan ini, posisi puncak: Kepala Biro, Kepala Bagian, Direktur, Manajer, hanya diduduki oleh segelintir orang. Mengapa? Pertama karena posisi ini memang terbatas, kan? Dalam sebuah perusahaan memang hanya membutuhkan posisi itu beberapa orang saja. Inilah kemudian yang memunculkan persaingan sangat ketat dan peluang makin sedikit.

Nah, berkaitan dengan hal ini, maka kesempatan tentunya semakin terbatas pula. Yang bisa menduduki posisi ini biasanya adalah mereka yang berpendidikan lebih tinggi, dan atau bekerja lebih lama, plus punya relasi yang baik dengan bos tertinggi. Jelasnya posisi ini sangat padat pesaing dan bahkan tidak semua orang bisa ikut bersaing di dalamnya. Dengan kata lain, jika posisi ini dipandang sebagai kesuksesan, maka sangat sedikit orang yang bisa sukses di sistem ini.

Ketiga, percepatan menuju sukses. Sistem jaringan mempercepat seseorang untuk sukses. Dengan adanya peluan dan kesempatan yang sama, maka yang dituntut di sini adalah keaktifan, kesungguhan, dan kreatifitas. Semakin bersungguh-sungguh, aktif, dan kreatif, maka semakin cepat ia meraih kesuksesan. Ini juga terutama didukung oleh adanya jaringan bisnis yang ia bangun. Banyaknya downline yang ia bina di bawahnya akan mendukung percepatan kesuksesannya dan yang terpenting ini juga sama sekali tidak merugikan para downline.

Keempat, dapat mendatangkan pasif income. Di bisnis jaringan, makin lama pekerjaan makin ringan dan bahkan saat tidak bekerja pun pendapatan bisa tetap mengalir alias pasif income. Kita bisa istirahat, tapi jaringan yang telah kita bangun tentunya tetap berjalan dan terus mendatangkan pemasukan buat kita. Jangan salah paham, ya? Ini bukanlah memeras bawahanya. Ini hanya konskuensi dari siapa yang bekerja lebih keras saja. Seorang leader/upline bisnis jaringan adalah para pekerja keras, termasuk dalam membina para downline-nya. Hebatnya, ia bahkan meninginkan, bahkan membina downline nya agar jadi seperti dirinya.

Ini tak terjadi dalam perusahaan tradisional. Seorang atasan tentu tak berharap bawahannya menggantikan atau menduduki posisi seperti dirinya. Ia akan berusaha mati-matian untuk mempertahankan posisi puncak itu. Lagi pula semakin hari tanggungjawab pekerjaan juga semakin berat. Dan tak bisa juga istirahat kerja semaunya. Tidak bekerja maka tidak ada pemasukan. Bahkan bisa jadi dipecat. Beberapa memang ada yang menerapkan dana pensiun. Tapi itu di usia yang reatif tua, saat di mana kita sebenarnya tak lagi pada posisi yang nyaman untuk menikmati kesuksesan. Lagipula yang namanya dana pensiun rata-rata sekedar pas-pasan untuk menyambung biaya hidup.

Kelima, melatih mental wirausaha. Dengan menjadi pemasar langsung maka setiap orang akan terjun ke lapangan dan dengan sendirinya melatih mental wirausahanya. Dari belajar menjual, kita akan belajar banyak hal: berkomunikasi dengan orang lain, bersabar dan mangendalikan emosi, bersabar dan bertahan saat dicaci maki orang, meningkatkan semangat diri, dan masih banyak lagi. Belum lagi saat membangun jaringan. Di sini akan melahirkan bukan hanya penjual yang sukses, tapi seorang pemimpin (leader) yang tangguh dan bijak. Tak salah jika orang mengatakan bahwa bisnis jaringan adalah: kuliah bisnis yang sesungguhnya.

Nah, terakhir, berkenaan dengan bisnis ini, ada 2 jenis bisnis yang dapat Anda pilih: MLM dengan produk konvensional atau ASURANSI. Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya: BACA DI SINI. Saya sendiri memilih ASURANSI. Saya bergabung dengan Allianz, salah satu perusahaan asuransi kawak dan terkemuka di dunia. Sekedar sharing, saya tentunya sangat senang jika Anda berminat bergabung dalam jaringan besar ini. Mari kita bergandeng tangan menuju kesuksesan.[]

Demikian, semoga bermanfaat.[]
Jika butuh bantuan jangan sungkan hubungi saya:

Tohirin
081906091083, PIN BB: 53E91F32

Iklan

Tentang Masto

Agen asuransi ALLIANZ
Pos ini dipublikasikan di Bisnis Asuransi dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s