Sejarah Munculnya TAPRO/Unit Link

jenis asuransiSalah satu alasan munculnya produk asuransi TAPRO (Tabungan Protreksi) atau yang sering juga disebuat dengan unit link adalah untuk menyempurnakan atau setidaknya melengkapi kekurangan produk-produk sebelumnya. Produk sebelumnya yang disebut dengan produk asuransi tradisional terdiri dari: term life, endowment, dan whole life. Mari kita bahas satu per satu.
Pertama, term life. Term life adalah produk asuransi jiwa murni. Nasabah akan mendapatkan uang pertanggungan dalam jumlah tertentu pada saat ia meninggal dalam masa kontrak. Umumnya masa kontraknya jangka pendek. Kelebihan produk ini adalah preminya relatif murah. Kekurangannya adalah jika dalam masa kontrak tidak terjadi klaim (berumur panjang) maka uang yang dibayarkan hangus.

Nah, yang terakhir inilah yang tidak disukai nasabah. Apalagi masa kontraknya jangka pendek. Umumnya orang merasa selalu akan berumur panjang sehingga tidak mau kehilangan uang hanya untuk bayar premi yang ujung-ujungnya hangus. Jadi bagaimana maunya? Maunya adalah jangka waktunya diperpanjang dan kalau bisa jangan hangus uang yang disetorkan itu. Nah, untuk memenuhi tuntutan ini maka muncullah jenis asuransi kedua yang disebut dengan whole life.

Kedua, whole life. Produk ini juga merupakan produk asuransi jiwa murni. Nasabah akan mendapatkan uang pertanggungan pada saat meninggal dunia. Kelebihannya jika dibandingkan dengan term life adalah pada masa kontraknya yang lebih lama, bahkan seumur hidup (biasanya hingga 100 tahun). Ditambah lagi ada kepastian bahwa pada akhir kontrak akan mendapatkan uang tunai alias tidak ada lagi istilah hangus.

Nah, apa masih ada kekurangannya coba? Ternyata masih. Orang berpikir untuk apa dapat uang pertanggungan, sementara dia sendiri meninggal. (Ini sebenarnya alasan yang keliru. Saya telah meluruskannya, silahkan klik DI SINI). Tapi baiklah, kita harus akui bahwa kebanyakan orang memang ingin menikmati hasil jerih payahnya. Lantas model asuransi macam apa yang dikehendaki? Maunya adalah mode asuransi yang tidak hanya memberikan pertanggungan dan uang tunai di akhir, tapi kalau bisa di tengah perjalanan juga sebagian bisa dicairkan untuk kebutuhan sehari-hari atau pun boleh jadi untuk kesenangan. Nah, untuk itulah kemudian muncul jenis asuransi endowment.

Ketiga, endowment. Asuransi jenis ini disamping memberikan uang pertanggunan jiwa juga sebagian dananya bisa dicairkan secara bertahap pada tahun-tahun tertentu. Lengkap sudah, ya? Semua kayaknya sudah dituruti. Tapi kenyataannya masih ada saja kekurangannya. Kekurangannya adalah jumlah uang yang diterima dirasa kurang banyak. Orang masih menginginkan seandainya jumlahnya lebih besar tentu lebih baik lagi (duh, dasar manusia memang serakah bener ya… (-:).

Itu baru kekurangan pertama. Kekurangan kedua, pencairan dananya juga tidak bisa semau nasabah. Melainkan sudah ditentukan pada tahun-tahun tertentu sesuai dengan usia polis oleh perusahaan asuransi. Ini tentunya menjadi tidak fleksibel bagi nasabah. Boleh jadi di tahun tertentu sedang butuh-butuhnya malah belum bisa mencairkan.

Dan… ternyata masih ada lagi kekurangannya. Banyak nasabah yang tidak sreg dengan asuransi jiwa. Kalau bisa di situ juga dapat perlindungan lain misalnya rawat inap, penyakit kritis, cacat, dan kalau bisa sekalian dananya bisa untuk cadangan dana pendidikan dan pensiun.

Wah, wah, wah…. eddann tenan… kok kekurangannya malah makin banyak, ya? Piye iki? Produk macam apa sih yang diminta? Yang diminta adalah produk asuransi yang: 1) bisa menanggung proteksi jiwa seumur hidup, 2) premi yang dibayarkan tidak hangus, 3) bisa dicairkan sebagiannya sewaktu-waktu, 4) nilai tunai yang diterima lebih besar/lebih menguntungkan dari endowment, 5) bisa dicadangkan sebagai dana pendidikan, 6) bisa dicadangkan sebagai dana pensiun, 7) terdapat santunan rawat inap, penyakit kritis, cacat total. Weleh-welehh… banyaknyaa… yang diminta. Apa ada produk semacam ini? Untungnya ada. Produk inilah yang disebut dengan TAPRO (Tabungan Proteksi/Unit Link).

Keempat, TAPRO/unit link. Sudah paham kan bagaimana jenis asuransi ini. Baiklah saya ulang lagi. Mudahnya begini; asuransi TAPRO/unit link adalah asuransi jiwa seumur hidup yang digabungkan dengan berbagai proteksi lain (rawat inap, penyakit kritis, cacat total) dan sekaligus dapat dicadangkan sebagai dana pendidikan dan pensiun. Ketiga jenis asuransi di atas disebut dengan asuransi tradisional. Sedangkan TAPRO adalah jenis asuransi modern.

Selesai ya? Apa masih ada kekurangannya kira-kira? Ternyata masih. Kekurangannya adalah TAPRO adalah model asuransi yang digabungkan dengan asuransi. Karena itulah jenis ini menjanjikan keuntungan yang lebih tinggi. Tapi kekurangannya tentu saja semua itu tergantung protofolio investasi. Jika kondisi perekonomian baik, maka imabalan yang diterima juga bagus. Tapi kalau lagi jeblog, tentu saja penerimaan menjadi rendah yang tentunya mengakibatkan tidak semua atau bahkan seluruh keuntungan yang diharapkan menjadi raib begitu saja. Tapi tenang saja, untuk mengantisipasi kemungkinan buruk itu ada caranya. Selanjutnya klik DI SINI.

Jadi intinya selama kita masih hidup, semua hal tentu ada kekurangan dan kelebihannya. Semua hal ada keuntungan dan ada resikonya. Maka pilihlah sesuatu sesuai dengan ukuran kemampuan kita, termasuk kesanggupan kita dalam menanggung resikonya. Orang bijak bilang: jika Anda tak berani mengambil resiko, justru Anda akan menghadapi semua resiko.[]

Jika butuh bantuan, silahkan hubungi saya:

Tohirin
081906091083, PIN BB: 53E91F32

Iklan

Tentang Masto

Agen asuransi ALLIANZ
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Jiwa dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Sejarah Munculnya TAPRO/Unit Link

  1. Ping balik: Apa itu TAPRO? | Asuransi Jiwa dan Kesehatan

  2. Ping balik: 6 Hal yang Sering Disalahpahami Saat Beli Asuransi | ASURANSI JIWA DAN KESEHATAN SYARIAH

  3. Ping balik: Asuransi Jiwa Bukan Hanya untuk Santunan Kematian | ASURANSI JIWA DAN KESEHATAN SYARIAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s