Usia Sudah Tua, Anak Masih Kecil, Gaji Keci: Ini Solusinya

gaji kecilSebut saja namanya Fulan. Dia nikah di usia yang sudah cukup tua: usia 35 tahun. Setelah menikah dia tidak langsung dikarunia anak. Selah lima tahun kemudian Tuhan baru memberinya anak. Kini usia Fulan sudah 40 tahun, sedangkan anaknya baru saja lahir alias memasuki tahun pertama.

Fulan tentu sangat senang dengan hadirnya si buah hati ini. Namun di samping itu ia sendiri suka merenung menghitung usia. Pada saat anaknya masuk SD (usia 6 tahun) dia sudah berusia 46 tahun. Saat anaknya tamat SD berarti dia sudah berusia 52 tahun. Kemudian tiga tahun kemudian, pada saat anaknya tamat SLTP berarti dia sudah berusia 55 tahun. Pada usia itu dia sudah pensiun kerja.

Dengan gaji yang tak seberapa tentunya dia tidak punya tabungan untuk menyiapkan masa pensiun. Dana pensiun memang ada. Tapi itu tak seberapa dan dalam hitungannya itu akan habis untuk kebutuhan sehari-hari. Padahal anaknya masih harus melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Fulan bahkan menginginkan anaknya dapat meneruskan pendidikan sampai jenjang pendidikan tinggi.

Itu kalau semuanya berjalan mulus. Artinya Fuan panjang umur dan tidak sakit yang membutuhkan biaya tinggi. Jika kedua hal ini terjadi, maka nasib anaknya semakin mengkhawatirkan. Apalagi kalau misalnya dalam perjalanannya Fulan dikeruniai anak lagi. Tentunya kebutuhan semakin membengkak. Lantas apa solusinya? Bagaimana memastikan kondisi anak dan tentu saja keluarga yang dibawah tanggungjawab Fulan tetap aman secara finansial, bahkan seandainya Fulan tidak berumur panjang sekalipun?

Caranya adalah dengan mengikuti program asuransi TAPRO (Tabungan Proteksi). Fulan bisa menyisihkan pendapatannya 300 – 500 ribu per bulan (lebih banyak tentu lebih bagus) untuk mengikuti program TAPRO ini.

Dengan membayar premi per bulan 300 ribu saja, ia sudah dapat menyiapkan warisan sebesar 300 jutaan untuk keluarga tercinta. Jika ia mengalami cacat total mendapatkan santunan sebesar 150 juta. Nilai ini tentunya sangat membantu jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu bagi Fulan.

Iklan

Tentang Masto

Agen asuransi ALLIANZ
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Jiwa, Edukasi Asuransi dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Usia Sudah Tua, Anak Masih Kecil, Gaji Keci: Ini Solusinya

  1. Kalo nyimpan tanah untuk persediaan ketika ada biaya yang tak terduga apa ini direcomendasikan yaa ???

  2. natanaelalbertus berkata:

    Permisi saya mau mengomentari: Nyimpan tanah untuk persediaan jika ada biaya yang tak terduga juga bagus. Namun kelemahan nyimpan tanah adalah saat jual. Tidak secepat yang kita perkirakan. Bisa cepat tapi biasanya sudah ditentukan harganya oleh tuan tanah.

    Dan Kontek cerita di kabarasuransi.com di atas adalah konteks cerita rumah tangga sederhana yang tidak punya tanah dan bergaji kecil.

  3. Masto berkata:

    Terima kasih sudah berkenan mampir. Investasi tanah sangat bagus, terutama untuk jangka panjang. Saya setuju dengan Pak Albertus. Jika dimaksudkan untuk kebutuhan jangka pendek, termasuk untuk mengantisipasi hal-hal yang tak terduga kurang tepat karena tidak likuid. Investasi tanah juga membutuhkan modal yang cukup besar sehingga untuk kasus keluarga di atas tidak relevan.

    Oia, saya langsung meluncur ke PROPERTY PONTIANAK, Pak. Mantap!

  4. salis uswatun berkata:

    Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Asuransi. Asurasi merupakan salah satu elemen penting dalam perencanaan keuangan, namun dikarenakan rendahnya kesadaran masyarakat dan mitos miring yang beredar di masyarakat seputar asuransi membuat masyarakat enggan untuk membeli produk asuransi.
    Pertanyaan yang sering muncul di masyarakat adalah, seberapa penting asuransi di dalam kehidupan? Jawabnya adalah sangat penting. Untuk mengetahui seberapa penting asuransi, Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Asuransi yang bisa anda kunjungi di Informasi Seputar Asuransi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s