Home / Asuransi Jiwa / Lengkapi Tawakkal dengan Asuransi

Lengkapi Tawakkal dengan Asuransi

tawakalMasih banyak lho yang ditawari asuransi kemudian jawab: “Kayak tidak punya Tuhan saja daftar asuransi. Masalah sakit, kematian kan urusan Allah. Kita tawakal saja. Kayak orang gak punya iman saja”. Maaf ya, jawan kayak gini jelas jawaban orang yang tidak paham asuransi. Malah menurut saya tidak paham agama.

Tidak ada pertentangan antara Tuhan, agama, tawakal, dan asuransi. Yang ada malah saling menudukung dan berhubungan. Jika Anda mengaku orang beriman, pasti malah berasuransi. Lho kok gitu? Ya jelas begitu. Benar bahwa sakit, kematian itu urusan Allah. Lebih tegasnya takdir juga urusan Allah. Tapi bukankah kita sebagai manusia siwajibkan untuk ikhtiar? Bukankah takdir Allah itu ada yang melibatkan usaha manusia (takdir mu’alaq)?

Berasuransi itu bukan untuk menolak sakit. Apalagi untuk menolak kematian. Apalagi untuk menolak kehendak Allah. Bukan! Tapi justru untuk menyiapkan diri menghadapi semuanya. Jika suatu saat sakit datang kita sudah ada biaya. Bahkan jika sewaktu-waktu kita meninggal, kita sudah menyiapkan bekal untuk keluarga kita. Inilah asuransi jiwa. Jadi asuransi jiwa bukannya untuk menolak kematian. Tapi kita sadar bahwa bagaimana pun, kematian akan membawa dampak terhadap keluarga kita. Apalagi jika kita penanggung nafkah utama. Asuransi jiwa pada hakikatnya adalah penyiapan warisan untuk anak istri kita. Asuransi jiwa adalah bukti cinta dan tanggungjawab kita pada keluarga.

Orang beriman tentu sadar dengan semua resiko ini. Resiko yang datangnya tak bisa kita perhitungkan secara pasti. Nah, ketidakpastian itulah yang membuat orang beriman senantiasa siap siaga setiap saat. Dan salah satu ikhtiar untuk menghadapi semua itu adalah asuransi. Jadi asuransi adalah pelengkap ikhtiar kita. Bukankah tawakal harus dilengkapi dengan ikhtiar terlebih dahulu? Ikhtiar dulu baru tawakal. Begitu baru benar.

Berapa premi yang harus dibayar? Untuk usia 28 tahun, cukup dengan premi 455 ribu. Manfaat yang didapat adalah: warisan (hingga 100 tahun) Rp 300 juta, cacat tetap/total dan meninggal karena kecelakaan Rp 300 juta, cacat total dengan sebab apa pun Rp 300 juta, santunan jika terdiagnosa salah satu dari 100 jenis penyakit kritis Rp 300 juta.

Berikut ilustrasi lengkapnya:

Ilustrasi Tertanggung Pria Usia 28 Tahun
Ilustrasi Tertanggung Pria Usia 28 Tahun

Ingin manfaat yang lebih besar? Manfaat lain? Atau premi lebih kecil?
Silahkan hubungi saya:

Tohirin
081906091083, PIN BB: 53E91F32

About mastomasto

Check Also

Kegunaan Asuransi Kritis Yang Jarang Diketahui

Penyakit kritis dalam asuransi diartikan sebagai penyakit yang kondisinya sudah kritis atau kronis, dan datangnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *