Home / Asuransi Jiwa / Nasabah Saya Kali ini Seorang Dosen Cantik

Nasabah Saya Kali ini Seorang Dosen Cantik

dosen cantik“Saya mau tanya-tanya soal asuransi, bisa Mas, ya?” “Oh, iya. Dengan senang hati, Bu. Silahkan.” Demikian sekelumit cuplikan komunikasi saya dengan seorang dosen mudah melalui WA. Entah berapa baris kata sudah kami ketik. Ujungnya beliau minta dibuatkan ilustrasi. “Baik, Bu. Nanti ilustrasinya saya buatkan sesuai dengan kebutuhan yang tadi Ibu sebutkan. Nanti saya kirim mail, ya.” ‘Ok Mas. Makasih.”

Komunikasi beralih ke email. Entah berapa baris kita sudah kami ketik. Tanya jawab tak berkesudahan. “Bagaimana kalau kita bertemu di kampus, Mas? Biar lebih jelas lagi.” “Baik, Bu.” Kami janjian ketemu di kampus. Kembali terjadi tanya jawab. “Masih bingung nih, Mas. Menurut Mas yang terpenting apa, deh?” “Ibu kan sudah ada asuransi kesehatan dari kantor, yang paling penting diambil sekarang adalah asuransi jiwa dan penyakit kritis”. “Nanti penerima maslahat bisa anak saya?” “Bisa, Bu. Penerima manfaat pertanggungan jiwa/warisan nanti anak Ibu.”

Beliau setuju. Hari itu juga langsung tanda tangan SPAJ. Beliau ambil premi 500 ribu per bulan (autodebet) dengan pertanggungan: warisan dan perlindungan 100 jenis penyakit kritis. SPAJ langsung saya kirim ke Allianz. Proses underwraiting berjalan lancar. Oia, sempat ada surat mail dari Allianz ke saya. Alamat rumah kurang detail. Hari itu juga saya konfimasi. Tak selang lama polis jadi (invoce).

Polis langsung saya serahkan ke yang bersangkutan. “Bu, polis simpan ya. Nanti dibutuhkan polis asli saat klaim.” “Oh, iya. Katanya saya bisa pantau polis secara online, Mas”. “Betul, Bu. Nanti saya daftarkan polis online dulu ya. Nanti ID dan PASWORD-nya saya SMS. Ibu nanti bisa pantau polis real time.” Terima kasih sudah mempercayakan asuransinya kepada Allianz melalui saya. Semoga saya bisa terus melayani dengan baik.

Butuh asuransi? Atau mau tanya-tanya dulu?
Silahkan hubungi saya:

Tohirin (081906091083)

About mastomasto

Check Also

Usia Sudah Tua, Sementara Anak Masih Kecil-kecil, Begini Cara Mempersiapkan Masa Depan Mereka

Tak jarang pasangan suami istri menikah di usia yang sudah tak remaja lagi. Ada juga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *