Menghitung Keuntungan dan Kerugian Berasuransi

untung rugi berasuransiNgapain ikut asuransi. Hanya buang-buang duwit. Tiap bulan bayar premi, tapi klaim-nya belum tentu. Giliran klaim juga susahnya minta ampun.

Rugi deh!

Banyak orang yang masih salah paham seperti ini. Kesalahpahaman ini diakibatkan oleh dua hal: Pertama, tidak faham tujuan dan fungsi asuransi. Kedua, tidak pernah benar-benar menghitung apakah asuransi benar-benar merugikan atau justru menguntungkan.

Nah, dalam tulisan ini saya ingin mengajak pembaca untuk membuktikan dengan menghitung secara riil apakah asuransi secara finansial menguntungkan atau merugikan.

Sebenarnya, prinsip utama asuransi bukanlah untuk mencari keuntungan, terutama keuntungan finansial. Seringkali orang salah memahami tujuan asuransi dan ada juga yang menyamakan asuransi dengan menabung.

Ini adalah kesalahpahaman.
Saya pernah menjelaskan hal ini dalam artikel saya terdahulu. Klik: Asuransi itu Membeli Rasa Aman atau Perbedaan Asuransi dengan Nabung.

Tapi pada kesempatan ini biarlah saya menuruti kesalahpahaman itu. Pada kenyataannya masih banyak yang berasuransi demi mendapatkan keuntungan finansial.

Sebelumnya saya harus jelaskan terlebih dahulu bahwa untuk menjawab untung dan ruginya berasuransi secara finansial memang relatif karena menyangkut banyak hal terutama berkenaan dengan jenis produk dan usia calon nasabah. Perbedaan usia dan beda produk tentunya akan menghasilkan perhitungan yang berbeda.

Nah, untuk itulah di sini saya akan memberikan beberapa kriteria untuk asuransi yang akan kita hitung.

Pertama, mengenai jenis produk.
Jenis produk yang akan saya hitung di sini adalah Tapro (Tabungan Proteksi) atau yang juga sering disebut dengan Unit Link.

Kenapa produk ini?
Karena produk inilah yang paling banyak dipasarkan agen asuransi. Produk ini adalah juga jenis produk asuransi modern yang banyak mendapat sorotan dari banyak pakar keuangan.

Kedua, usia nasabah.
Usia nasabah dalam perhitungan ini adalah seorang pria usia 40 tahun

Kenapa mesti 40 tahun?
Karena pada usia ini umumnya seseorang sudah mempunyai kemampuan untuk ikut asuransi. Dan pada usia inilah idealnya seseorang daftar asuransi (lebih muda tentunya lebih bagus).

Ketiga, jenis manfaat asuransi.
Jenis manfaat asuransi yang diambil di sini adalah: pertanggungan jiwa/UP jiwa dan rawat inap.

Kenapa mesti dua manfaat ini?
Karena kedua hal ini: meninggal dan sakit, merupakan resiko hidup yang dialami setiap orang. Meninggal bisa kapan saja, tanpa permisi. Karenanya kita mesti punya asuransi jiwa. Selanjutnya rawat inap umunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga seseorang membutuhkan asuransi.

Keempat, besar premi Rp 500.000 per bulan
Karena mesti Rp 500.000?
Menurut pengalaman saya, jumlah inilah yang paling banyak diminta nasabah. Ini tidak terlalu tingga, tapi juga tidak terlalu rendah (untuk usia 40 tahun) sehingga masih mampu men-cover dua manfaat di atas yang akan kita ambil. Lebih besar tentunya lebih baik.

Kelima, usia nasabah 70 tahun. Maksud saya, dalam perkiraan, nasabah meninggal pada usia 7o tahun. Kenapa 70 tahun? Karena menurut data riset perusahaan asuransi, inilah rata-rata usia orang Indonesia.

Jadi ringkasannya sebagai berikut:

Profil nasabah adalah:
Pria, usia 40 tahun. Tepatnya dalam ilustrasi saya tanggal lahirnya: 15-09-1976 (40 thn)
Pria ini akan meninggal pada usia 70 tahun. Premi yang dibayar adalah Rp 500.000 per bulan.

Nah, jadi dia akan setor premi selama 30 tahun ke depan, ya. Dengan demikian maka premi yang dia setor adalah: 500.000 x 12 (bln) x 30 (thn) = 180.000.000 (seratus depalan puluh juta).

Saya ulang ya, nasabah ini setor total Rp 180 juta.

Nah, dengan setoran segitu, apa yang dia dapatkan selama 30 tahun itu?
Saya telah menghitung dengan jenis produk dan kedua manfaat asuransi di atas, dan hasilnya sebagai berikut:

  1. Asuransi jiwa sebesar 180 juta. Jadi jika ia benar-benar meninggal pada usia 70 tahun artinya impas dengan setoran, ya? Berarti tidak rugi, kan? Apalagi kalau misalnya dia meninggal lebih dini (maaf bukan mendoakan…). Ah, apa untungnya dapet uang, tapi mati. Kalau demikian sekali lagi berarti belum paham tujuan utama asuransi jiwa (silahkan baca DI SINI).
  2. Biaya rawat inap dengan biaya kamar 350 ribu per hari dan bebagai biaya lain. Lebih jelasnya lihat rincian biaya yang ditanggung sebagai berikut:

Biaya Rawat Inap
Biaya rawat inap ini akan didapat terus. Artinya berapa kali pun masuk rumah sakit, biaya ini akan dikeluarkan per periode rawat inap. Satu priode rawat inap adalah satu kali rawat inap pertama ditambah istirahat di rumah selama satu bulan.

Nah, dengan kedua manfaat di atas tentunya kita sekarang jelas untung atau rugi? Katakanlah pahit-pahitnya (mungkin manis-masinya) dalam 30 tahun kita alhamdulillah sehat terus. Berarti manfaat kedua (rawat inap) tidak dapet ya? Tetap saja kita masih balik modal 180 juta.

Kabar baiknya di luar ini masih ada kemungkinan besar tambahan bonus sebesar Rp 340.226.000 (tiga ratus empat puluh juta dua ratus dua puluh enam ribu rupiah).

Lho, besar amat?
Dari mana nih?

Uang tersebut adalah hasil investasi selama 30 tahun. Jadi Selama 30 tahun uang yang kita setor oleh perusahaan diinvestasikan sehingga kita kemungkinan besar masih mendapatkan saldo investasi.

Kenapa kemungkinkan? Berarti tidak pasti, dong?
Ya. Memang kemungkinan. Dan memang tidak pasti.

Namanya juga investasi. Tentu saja semuanya tergantung pada kondisi keuangan yang siapa pun tidak bisa meramalnya secara pasti. Hanya saja saya telah membuat perhitungan yang masuk akal.

Dalam perhitungan ini saya buat estimasi pertumbuhan investasi sebesar 13% per tahun. Ini adalah angka yang masuk akal dimana rata-rata perkembangan investasi menurut para pakar adalah 14%. Makanya saya mengatakan “kemungkinan besar”. Jika keadaan ekonomi lebih bagus lagi bahkan angkanya bisa lebih tinggi.

Berikut ilustrasi lengkapnya:

Ringkasan Ilustrasi Bpk Bijaksana

Ringkasan estimasi investasinya sebagai berikut:

Estimasi Investasi

Nah, jadi sekarang sudah jelas, ya. Asuransi itu untung apa rugi?

Jika usia Anda berbeda dengan ilustrasi ini dan ingin coba dibuatkan perhitungan, silahkan isi data (GRATIS) di sini: MINTA ILUSTRASI.

Terima kasih telah berkenan membaca tulisan saya yang berjudul: Menghitung Keuntungan dan Kerugian Berasuransi. Semoga bermanfaat.

Mau konsultasi terlebih dahulu?
Silahkan hubungi saya:

Tohirin
081906091083
PIN: 53E91F32
lagiagimasto@gmail.com

Iklan

Tentang Masto

Agen asuransi ALLIANZ
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Jiwa, Edukasi Asuransi, Informasi dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s