Home / Asuransi Jiwa Unit Link / Asuransi Unit Link Tidak Gambling dan Pasti Untung

Asuransi Unit Link Tidak Gambling dan Pasti Untung

untung atau rugiBanyak masyarakat yang belum paham dengan asuransi. Anggapan salah kaprah yang terjadi adalah asuransi merugikan, atau minimal cenderung merugikan.

Mengapa?
Karena sifatnya yang GAMBLING alias SPEKULASI.

Mengapa Gambling?
Karena setor preminya PASTI tapi klaimnya TIDAK PASTI.

Anggapan ini keliru. Yang terjadi adalah orang yang bersangkutan tidak paham terutama 2 (dua) hal: pertama, tidak paham dengan hakikat dan tujuan asuransi. Kedua, tidak paham pula dengan hitung-hitungan asuransi yang sesungguhnya dan tidak paham dengan macam-macam produk asuransi. Mari saya jelaskan lebih lanjut.

Pertama, tidak paham dengan tujuan dan hakikat asuransi.
Tujuan asuransi pada hakikatnya bukanlah mencari untung. Terlebih asuransi syariah. Kesalahan berikutnya seringkali asuransi disamakan dengan menabung. Padahal keduanya jelas berbeda dari segi tujuan dan menfaatnya. Sementara cukup sampai sini dulu, ya. Lebih jelasnya KLIK DI SINI.

Kedua, belum paham dengan hitung-hitungan asuransi yang sesunggunya.
Nah, pada tulisan ini saya akan lebih fokus pada bagian yang kedua ini. Bagaimana pun saya tak menampik kenyataan bahwa pada umumnya orang ingin mencari untung.

Baiklah, sementara itu kita benarkan saja. Mari kita bicara untung ruginya asuransi bagi nasabah. Mari kita benar-benar hitung apakah menguntungkan atau merugikan.

Di sini saya akan membuat misalnya seorang nasabah misalnya Bpk Bijaksana (usia 35 tahun) berasuransi dengan produk Allisya Protection Plus dengan premi Rp 500.000/bln. Bapak Bijaksana misalnya meninggal di usia 75 tahun (usia rata-rata orang Indonesia menurut penelitian adalah 70 tahun, jadi sudah dikasih bonus 5 tahun).

Dengan demikian berarti Bpk Bijaksana membayar premi 500 ribu/bln selama 40 tahun. Hitungannya: Rp 500.000 x 12 x 40 = 240.000.000. Jadi jika ini nabung Bpk Bijaksana dapat mengumpulkan uang sebanyak Rp 240.000.000. Artinya sejumlah itulah minimal yang harus ia dapat agar dia tidak rugi (balik modal).

Sekarang mari kita hitung dengan asuransi. Dengan produk Allisya Protection, jika Bpk Bijaksana setor Rp 500.000/bln, maka di usia ke 75 dia akan mendapatkan:
1. Dana warisan (jika meninggal) sebesar: Rp 400.000.000,-
2. Santunan sakit kritis (sewaktu-waktu terjadi) sebesar: Rp 100.000.000,-
3. Perkiraan saldo investasi sebesar: Rp 2.273.060.000,-
4. Bebas prmi jika terkena salah satu dari 49 jenis penyakit kritis.

Jadi total keuntungan yang didapat Bpk Bijaksana adalah: 2.273.060.000 + 400.000.000 + 100.000.000 = 2.773.060.000 (DUA MILIAR TUJUH RATUS TUJUH PULUH TIGA JUTA ENAM PULUH RIBU RUPIAH).

Jadi, untung apa rugi?
Bukan hanya untung. Tapi untung berlipat ganda.

Ok. Bicara pahit-pahitnya investasinya tidak bagus. Katakan saja misalnya tidak ada saldo. Sementara Bpk Bijaksana juga senantiasa sehat wal afiat, Alhamdulillah. Jadi dana investasi dan santunan penyakit kritis tidak dapat. Kalau pun demikian dia masih dapat sejumlah Rp 400.000.000,- sebagai warisan untuk anak cucu. Padahal dana total yang ia setor hanya Rp 240.000.000,- Jadi masih untung: Rp 160.000.000,-

Berikut ilustrasinya:

Bpk Bijaksana
Ilustrasi Allisya Protection Plus

Untuk ilustrasi lengkap (bagi yang masih penasaran) dapat saya kirim via mail. Silahkan kirim alamat mail ke nomor: 081906091083. Nanti ilustrasinya saya kirim.

Usia Anda berbeda? Ingin dibuatkan ilustrasi sesuai usia/ Silahkan kirim data: Nama dan tgl-bln-thn lahir ke: 081906091083. Atau isi form online DI SINI.

Mau konsultasi dulu? Silahkan hubungi saya:
T o h i r i n (WA/SMS: 081906091083 / SMS: 081319413225)
Email: lagilagimasto@gmail.com

 

About mastomasto

Check Also

Asuransi Untuk Investasi VS Investasi Reksadana

Jika bertanya kepada seorang perencana keuangan, maka idealnya setiap orang perlu memiliki investasi dan juga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *