Usia Sudah Tua, Sementara Anak Masih Kecil-kecil, Begini Cara Mempersiapkan Masa Depan Mereka

asuransi selagi mudaTak jarang pasangan suami istri menikah di usia yang sudah tak remaja lagi. Ada juga yang menikah remaja, tapi tak kunjung dikaruniai anak. Saat dikaruniai anak usianya sudah tak muda lagi. Di satu sisi tentu saja sangat bersyukur pada akhirnya dikaruniai anak. Tapi di sisi lain juga terkadang cemas.

Anak adalah amanah. Orangtua wajib membimbing dan mengarahkan anak agar kelak di kemudian hari menjadi anak yang saleh dan sukses. Selama orangtua masih ada dan sehat wal afiat barangkali tak masalah. Tapi bagaimana jika tiba-tiba sakit, atau bahkan misalnya meninggal dunia.

Pada tulisan ini saya akan memberika ilustrasi seorang ayah (sebagai penanggung nafkah keluarga) sebut saja namanya Bapak Cerdas. Pak Cerdas ini usianya sudah 40 tahun. Sementara dia mempunyai dua orang anak. Anak pertama berusia 2 tahun. Anak kedua berusia 1 tahun.

Penghasilan Pak Cerdas cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan masih ada sisa Rp 1.000.000,- untuk ditabung.

Pak Cerdas sering merenung memikirkan masa depan anaknya. Untuk menyiapkan masa depan anak-anaknya tentu saja ia harus menyekolahkan mereka. Tidak hanya SD, tapi sampai ke jenjang pendidikan tinggi.

Selama dia masih ada dan sehat walafiat, Pak Cerdas merasa yakin, cita-cita itu dapat ia penuhi. Pak Cerdas termasuk orang yang tekun dan giat bekerja. “Tapi bagaimana jika sewaktu-waktu Allah memanggilku?” Pak Cerdas tertunduk risau.

Dia mulai berhitung.

Pada saat anak pertamanya masuk kelas 1 SD (usia 7 tahun), maka usia Pak Cerdas sudah 47 tahun. Pada saat tamat (6 tahun berikutnya), usianya berarti sudah 53. Pada saat pertamanya tamat SMA, usia Pak Cerdas berarti sudah 59 tahun. Ini seandainya sehat. Bagaimana jika sakit?

Ok. Katakanlah misalnya sehat. Di usia ini tentu saja sudah tidak produktif lagi. Sementara dia harus membiayai anaknya masuk perguruan tinggi.

Bagaimana solusinya?

Solusinya Pak Cerdas harus menabung atau berasuransi. Sekali lagi kemampuan Pak Cerdas menyisihkan penghasilan hanya Rp 1.000.000,-/bulan.

Mari kita bantu hitungkan dan buatkan perencanaan yang matang. Katakanlah dia baru menyadari kondisinya itu pada usia 40 tahun, karena kehadiran si buah hati.

Lantas mana yang paling tepat? Menabung, atau asuransi?

Jika dia menabung Rp 1.000.000,-/bln sejak usia 40, maka pada usia 59 berarti tabungannya adalah: 1.000.000 x 12 x 19 = 228.000.000.

Sekarang kita bandingkan jika uang Rp 1000.000,- tersebut ditaruh di asuransi, di produk TAPRO (Tabungan Proteksi). Setelah saya hitung, maka di usia ke 19, Pak Cerdas mempunyai saldo investasi sebesar Rp 592.130.000,- Dengan asumsi bunga per tahun diperkirakan 13%.

Jadi untung di asuransi, ya?

STOP! Mungkin ada yang menyangkal: belum tentu. Kenapa belum tentu? Karena di asuransi kan baru perkiraan. Bagaimana kalau suku bunga rendah.

Baiklah, misal saja rendah. Umpama di 5%, maka Pak Cerdas masih mendapatkan saldo investasi Rp 246.160.000. Tetap masih untung  Rp 18.160.000,- dibandingkan nabung.

Ini bicara mulus ya. Maksud saya Pak Cerdas bisa setor terus hingga usia 59 tahun. Bagaimana jika di tengah jalan missal sakit? Atau bahkan meninggal dunia?

Misal saja di tahun ke 5 meninggal dunia. Berapa uang yang terkumpul?

Jika menabung maka: 1000.000 x 12 x 5 = 60.000.000

Jika asuransi maka ada saldo investasi: 43.444.000 + warisan Rp 300.000.000 = 343.444.000.

Berikut hitungan ilustrasi asuransi dimaksud:

Ilustrasi Investasi Pak Cerdas

Ilustrasi Investasi

Berikut ilustrasi UP-Jiwanya/warisan;

Ilustrasi UP Pak Cerdas

Ilustrasi UP Jiwa/Warisan

Mau tau lebih banyak pilihan produk dan manfaatnya? Silahkan klik DI SINI. Jika mau langsung dibuatkan ilustrasi silahkan klik DI SINI. 

Mau konsultasi dulu? Silahkan hubungi saya:
T o h i r i n (WA/SMS: 081906091083 / SMS: 081319413225)
Email: lagilagimasto@gmail.com

 

Iklan

Tentang Masto

Agen asuransi ALLIANZ
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Jiwa, Edukasi Asuransi dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s