Beberapa Hal yang Mempengaruhi Besar Premi

 

Beberapa Hal yang Mempengaruhi Besar Premi

Berbeda dengan asuransi yang dikelola pemerintah (misalnya BPJS Kesehatan). Asuransi yang dikelola oleh perusahaan swasta memiliki beberapa perbedaan, salah satunya besaran kontribusi atau premi. Berikut kami jelaskan beberapa hal yang mempengaruhi besar premi asuransi.

Jika di BPJS Kesehatan besaran preminya ditentukan berdasarkan kategori plan yang diambil, maka di asuransi swasta jumlah premi ditentukan berdasarkan beberapa aspek, yaitu plan atau Uang Pertanggungan (untuk asuransi jiwa, sakit kritis, kecelakaan, dan cacat tetap total) yang diambil, usia masuk, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan.

Beberapa Hal yang Mempengaruhi Besar Premi

Aspek-aspek itu menjadi pertimbangan khusus bagi perusahaan asuransi swasta untuk menentukan besaran premi yang dibebankan kepada peserta atau nasabah. Di sini saya ingin menjelaskan beberapa aspek tersebut.

1. Plan atau Uang Pertanggungan (UP)

Jika nasabah mengambil asuransi kesehatan dengan plan paling tinggi, misalnya kamar rawat inap 1 juta (plan H), maka premi yang dibebankan akan besar. Berbeda jika nasabah mengambil plan yang sedang atau paling rendah, misalnya kamar rawat inap 500 ribu atau 100 ribu, maka preminya pun akan lebih kecil.

Contoh: Tuan Nasabah (usia 25 tahun) mengambil program asuransi kesehatan murni (yang premi dibayar dimuka untuk cover satu tahun ke depan) dengan plan H (fasilitas kamar per hari rawat inap: 1 juta rupiah). Maka besaran premi yang harus dibayar adalah Rp. 6.351.000,- (enam juta tiga ratus lima puluh satu ribu rupiah).

Jika mengambil plan A (fasilitas kamar per hari rawat inap: 100 ribu rupiah), maka premi yang harus dibayar adalah Rp. 923.000,- (sembilan ratus dua puluh tiga ribu rupiah). Di sini bisa dilihat, perbedaan preminya sangat signifikan, karena fasilitasnya pun jauh berbeda.

2. Usia Masuk Asuransi

Semakin muda usia, semakin murah preminya. Pertimbangan usia yang diterapkan perusahaan asuransi, cukup signifikan pengaruhnya terhadap besaran premi. Usia masuk 25 tahun jelas preminya akan jauh lebih murah daripada usia 30 tahun ke atas. Bahkan, jika usianya sudah mencapai 70 tahun ke atas, perusahaan asuransi tertentu tidak akan menerimanya. Karena itu, disarankan, ambillah asuransi sejak sekarang. (Lihat juga perbedaan besaran premi berdasarkan usia masuk yang disinggung dalam artike ini: Total UP 4 M, Premi Hanya 1 Juta)

3. Jenis Kelamin

Meskipun perbedaan besaran preminya tidak terlalu signifikan, untuk asuransi kesehatan alias rawat inap, dengan usia masuk sama, besaran premi prempuan lebih mahal daripada laki-laki. Sebaliknya, untuk asuransi jiwa, sakit kritis, dan payor, dengan usia masuk sama, laki-laki lebih mahal preminya daripada prempuan.

4. Kondisi Kesehatan

Kondisi kesehatan punya pengaruh besar kepada besaran premi. Khusus untuk asuransi jiwa dan sakit kritis, jika calon nasabah memiliki riwayat sakit dan setelah dilakukan Medical Ceckup dan setelah dilakukan penilaian oleh underwrtiters perusahaan asuransi, maka ada kemungkinan preminya akan naik yang dikenakan kepada nilai biaya asuransi (tabarru/biaya asuransi) misalnya 50% (besar presentasenya tergantung penilaian underwriters).

Selain itu, termasuk juga dalam kategori ini, kegemukan (overweight). Jika calon nasabah berpostur 150 atau 160 meter dan beratnya 90 kg lebih, maka akan dikenakan penambahan premi yang besarnya tergantung penilaian underwriters perusahaan asuransi.

Demikian beberapa hal yang mempengaruhi besar premi asuransi. Semoga penjelasan ringkas ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Anda sebelum memutuskan mengambil program asuransi.

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!